Islam adalah nama agama yang lahir dari sebab turunnya wahyu ilahi kepada Nabi Muhammad saw, yang kemudian difahami dan disebarkan oleh akal dan intuisi manusia. Islam kemudian berkembang menjadi sebuah peradaban baru dengan struktur konseptualnya yang kokoh dan universal. Perkembangan Islam keluar dari jazirah Arab merentasi berbagai suku bangsa di dunia dengan tanpa mengalami perubahan pada prinsip-prinsip dasarnya adalah diantara bukti bahwa Islam adalah agama untuk seluruh ummat manusia. Prinsip-prinsip dasar Islam yang telah turun sempurna itulah sebenarnya yang menjadi titik tolak perkembangan peradaban Islam dikemudian hari. Artinya Islam yang turun membekali manusia seperangkat ritus peribadatan untuk beribadah kepadanya dan pada saat yang sama juga mengajarkan pandangan-pandangan (view) fundamental tentang Tuhan, kehidupan, manusia, alam semesta, iman, ilmu, amal, akhlak dan lain sebagainya. Dengan bekal seperti itu Islam kemudian merupakan agama (din) dan sekaligus peradaban (madaniyyah) nyang memiliki bangunan konsep yang disebut pandangan hidup (worldview).

Pandangan hidup (worldview) memiliki peran sebagai cara pandang terhadap segala sesuatu dan secara epistemologis dapat berfungsi sebagai framework dalam mengkaji segala sesuatu. Pandangan hidup (worldview) merupakan asas dari setiap aktifitas. Pandangan hidup Islam adalah pemahaman seorang Muslim terhadap konsep-konsep kunci dalam Islam, seperti konsep tentang Tuhan, wahyu, nabi, manusia, jiwa, alam, ilmu dan lain-lain. Lalu, menjadikan konsep-konsep kunci tersebut sebagai alat dalam memandang realitas. Cara pandang, sikap dan etika seorang Muslim dikendalikan oleh pemikirannya dalam memahami realitas alam ini, baik realitas fisik maupun metafisik. Seorang Muslim yang memiliki visi keakhiratan memiliki perspektif berbeda dengan seseorang yang bervisi keduniawiyaan semata dalam melihat setiap realitas dalam kehidupan.

Baik buruknya perilaku dikendalikan oleh pemikiran manusia. Lebihdari itu ia diatur oleh keyakinannya. Ninian Smart memberikan makna worldview terkait dengan etika. Menurutnya, worldview adalah kepercayaan, perasaan dan apa-apa yang terdapat dalam pikiran orang yang befungsi sebagai motor bagi keberlangsungan dan perubahan sosial dan moral. Pembentukan cara pandang ini tidak lain melalui aktifitas keilmuan.

Pendidikan, merupakan basis pengembangan ilmu. Baik tidaknya masyarakat dikembalikan kepada benar tidaknya ilmu yang dipelajari. Manusia menjadi beradab karena mengamalkan ilmu dengan baik dan benar. Dan manusia bi-adab(tidak beradab) dikarenakan ilmunya salah atau kekurangan ilmu. Kekeliruan dalam ilmu menyebabkan pemikirannya tidak beradab. Adab adalah menempatkan sesuatu sesuai tempatnya. Sebuah pemikiran tidak beradab jika pemikiran tersebut tidak sesuai epistemologi Islam, anti-otoritas, meyakini kebenaran itu relatif dan lain sebagainya.

Problem-problem pemikiran, seperti maraknya ideologi pluralisme, feminisme, relativisme, sekularisme dan lain-lain tidak lain merupakan problem keyakinan (iman). Keyakinannya yang rusak tidak mampu mengontrol pemikirannya. Karena ilmu dan karakter manusia tergantung dengan pandangan hidupnya, maka yang perlu diperhatikan oleh lembaga pendidikan Islam adalah penanaman elemen-elemen pandangan hidup Islam kedalam kurikulum pendidikan.

Antara perilaku, jiwa, ilmu dan iman sesungguhnya saling terkait.Ilmu itu tidak bebas nilai, tapi sarat nilai. Kekeliruan yang terjadi dalam sekelompok umat Islam disebabkan oleh kerusakan ilmu, dimana itu bersumber dari kekeliruan iman. Kegentingan umat Islam oleh al-Attas dikatakan karena problem ilmu. Masalah-masalah yang terjadi dalam dirikaum muslimin dan kerusakan jiwa sesungguhnya diakibatkan oleh kekurangan ilmu dan kekurangan iman (Syed Naquib al-Attas).

Seorang ‘ilmuan’atau mahasiswa yang melegalkan perkawinan sejenis, satu misal, disebabkan ilmunya keliru. Ia meyakini bahwa nas (teks) agama yang mengharamkan itu telah usang, konteksnya masa dahulu. Sedangkan sekarang berbeda zaman. Sesungguhnya ini bukan sekedar pemikiran, tapi keyakinan. Ia berkeyakinan bahwa teks adalah teks. Di balik teks tidak ada apa-apa. Yang ada hanyalah makna yang berevolusi. Tidak sakral, meski itu teks teks agama. Teks agama bukan sumber ilmu yang mutlak. Sebab sifatnya temporal. Inilah corak pemikiran sekuler.

Pandangan hidup Islam mencakup dunia akhirat. Aspek dunia harus dihubungkan dengan cara yang sangat mendalam kepada aspek akhirat, yang memiliki signifikansi yang terakhir dan final. Pandangan hidup Islam juga tidak dibentuk secara bertahap memalui sejarah dan prosesspekulasi filosofis yang berubah-ubah paradigmanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s