Di sini saya mewakili para jomblo-jomblo dari seluruh pelosok negeri Indonesia untuk menyampaikan hal penting yang saya rasa perlu diketahui oleh semuanya. Baik oleh manusia penyandang gelar jomblo itu sendiri, bapak dan ibunya si jomblo, adik dan kakaknya si jomblo, saudara-saudaranya si jomblo, teman-temannya si jomblo, dan atau para tetangganya si jomblo. Semuanya perlu tahu tak terkecuali kamu, iya kamu yang sedang asyik membaca tulisan sederhana ini. Haha…

Baiklah di sini, saya mau sedikit menyampaikan ilmu yang telah saya dapatkan dari kedua mata hasil dari membaca dan kedua kuping hasil dari mendengar. Bahwasanya ketahuilah teman-temanku yang saat ini sedang bahagia dengan jomblonya. Saya katakan harusnya para jomblo juga menjadi urusan pemerintah (urusan Negara). Loh kok gitu? Ya begitulah kalo di Negara Islam. Negara yang menerapkan sitem syari’ah dan khilafah. Negara ini (Indonesia) yang mayoritas muslim dan menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harusnya tidak hanya mengurusi urusan politik, ekonomi, militer, keuangan, peradilan, perundang-undangan, dan lain sebagainya sebagaimana kebiasaan rutin suatu negara. Tidak, tidak hanya itu yang di urusi, namun juga jomblo menjadi urusan pemerintah. Tapi nyatanya pemerintahan kita saat ini yang abai terhadap urusan para jomblo. Kebanyakan yang diurusi ekonomilah, politiklah, kepentingan asinglah, naikin harga-hargalah, naikin BBMlah, ah apalah !. Kan kasihan nasib para jomblo jadi terbengkalai. Ya gak ? 😀

Negara Indonesia ini yang penduduknya kebanyakan muslim, harus sangat memperhatikan urusan jomblo. Saya pernah mendengar dari seorang ustadz, bahwa dulu di zaman kekhilafahan khulafaur Rasyidin sampai yang terakhir kekhilafahan turki utsmani di pasar-pasar ada pengumuman, yang isinya kurang lebih mengabarkan siapa saja pemuda yang ingin menikah namun tidak punya modal maka akan di nikahkan secara cuma-cuma, dan gak cuma itu bahkan di berikan modal untuk hidup berkeluarga. Mantep gak tuh ?. O iya pernah denger juga kan kisahnya Amirul Mukminin Khalifah Umar Bin Abdul Aziz yang menikahkan seluruh pemuda yang jomblo di masa Kekhilafahn bani umayyah ? mantep bener dah.

Nah selain info penting yang sudah saya sampaikan tadi. Ini ada juga nih bukti yang tertulis sebagai bentuk kepedulian pemerintah Islam zaman dulu terhadap nasib jomblo dan yang sudah tidak jomblo lagi terkait dengan pernikahan. Berikut ini adalah undang-undang yang di buat di zaman Kekhilafahn Tukri Utsmaniyyah [1] yang berisi 16 pasal :
1. Usia pernikahan mulai umur 18-25 tahun. Bila sampai usia 25 tahun belum menikah, maka akan dipaksa menikah.
2. Apabila seorang laki-laki pada umur 25 tahun terhalang menikah karena sakit, maka dilihat penyakitnya. Jika masih bisa diobati, maka akan diobati dan dinikahkan. Jika penyakitnya tidak bisa diobati, maka dia tidak akan dinikahkan.
3. Seorang laki-laki yang terpaksa harus tinggal di luar kota untuk waktu yang lama – karena pekerjaan atau urusan syar’i lainnya – tetapi ia belum mampu mengajak istrinya, jika ia mampu untuk menikah lagi, maka ia sangat diharuskan menikah lagi. Jika urusannya sudah selesai, wajib bagi laki-laki tersebut mengumpulkan kedua istrinya di kota yang sama.
4. Jika ada seorang laki-laki umur 25 tahun yang sudah mampu menikah tetapi belum melakukan itu tanpa udzur syar’i, maka kelebihan hartanya akan diambil secara paksa baik itu berasal dari laba usaha atau upah yang diterimanya. Kemudian kelebihan harta itu di simpan di Bank khusus yang mengurusi pertanian, yang nantinya akan di distribusikan kepada para pemuda yang sudah siap menikah tetapi belum memiliki kemampuan untuk itu.
5. Laki-laki yang sudah menikah dan melakukan perjalanan ke luar kota karena suatu urusan, maka berlaku baginya pasal 3 di atas. Dan jika dia tidak mampu menikah lagi, maka diambil 15% dari harta pendapatannya dan berlaku pasal 4 di atas.. Tapi setelah masa 2 tahun dari kedatangannya, ia harus mengajak istrinya untuk ikut bersamanya.
6. Setiap orang yang belum menikah pada umur 25 tahun dan juga tidak diterima jadi PNS atau pegawai swasta dan juga tidak terikat oleh organisasi apapun, berlaku baginya pasal 4 di atas.
7. Laki-laki yang sudah menikah dan berusia 50 tahun akan tetapi hanya memiliki 1 istri, padahal secara materi ia mampu untuk menikah lagi, maka ia harus menikah lagi sebagai bentuk kontribusi menanggung kebutuhan masyarakat. Jika ia beralasan dengan alasan yang tidak masuk akal, maka ia harus membantu kehidupan dan pendidikan anak-anak fakir dan yatim. Jumlah yang disarankan antara satu sampai tiga orang sesuai kemampuan keuangan laki-laki tersebut.
8. Setiap lelaki yang menikah sebelum usia 25 tahun atau sebelum usia wajib militer, maka tugas militernya hanya 2 tahun. Adapun yang belum menikah pada usia wajib militer, maka tugas militernya 3 tahun.
9. Setiap orang yang menikah dalam jangka umur 18-25 tahun dan dia fakir tidak memiliki sesuatu apapun, maka di berikan kepadanya tanah pemerintah seluas 150 sampai 300 hektar (satu hektar setara 920 meter) yang paling dekat dengannya. Pemberian ini dimulai sejak pernikahannya.
10. Dan jika orang itu pemilik pabrik atau pedagang, maka di berikan kepadanya pinjaman sebanyak 50 sampai 100 Junaih Utsmani. Pinjaman ini dibayar secara angsuran selama 3 tahun tanpa bunga.
11. Laki-laki yang menikah sebelum umur 25 tahun, dan dia tidak memiliki saudara yang bisa menggantikannya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya, maka masa wajib militer laki-laki yang sudah menikah tersebut di tunda. Begitupun dengan perempuan yang tidak memiliki saudara yang bisa menggantikannya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya, maka masa wajib militer suaminya di tunda.
12. Setiap orang yang menikah sebelum umur 25 tahun, dan telah memiliki 3 anak, maka seluruh anak-anaknya diterima di sekolah-sekolah negeri secara gratis. Dan jika memiliki 5 anak atau lebih, maka 3 anaknya akan disekolahkan secara gratis. Adapun sisa 2 anaknya, jika mereka warga kampung tersebut, maka setiap dari mereka akan diberikan 10 Junaih. Dan jika mereka termasuk warga Negara tersebut, maka setiap dari mereka akan diberikan 5 Junaih dari kas Negara. Hal ini berlaku sampai dengan umur 13 tahun. Setiap perempuan yang memiliki 4 anak laki-laki atau lebih akan dibantu untuk keperluan mereka sebanyak 20 Junaih.
13. Pelajar yang sedang menuntut ilmu di Universitas ditunda kewajiban untuk menikah sampai dia menyelesaikan pendidikannya.
14. Setiap laki-laki berumur 25 tahun yang tidak memiliki pekerjaan dan belum menikah, akan tetapi hal itu membuat status sosialnya mulia, maka akan di peringatkan dan ditunda (kewajiban menikahnya) selama setahun. Hal itu dimaksudkan untuknya mencari pekerjaan. Jika tidak bisa, maka orang tersebut akan dijadikan PNS secara paksa.
15. Pasal 14 di atas tidak berlaku bagi orang yang berumur 50 tahun.
16. Undang-undang ini berlaku setelah 3 bulan dari waktu ratifikasi.

Sumber: Kitab Mushthafa Kamal Ataturk

Nah loh ! tuh kan baru aja membaca undang-undang nomor 1 sudah bikin terkaget-kaget kan. Bagaiaman para jomblo ? keren gak kalo seandainya negara kita yang mayoritas muslim ini memperhatikan urusan para jomblo, gak cuma urusan pemerintahan aja yang di urusi namun urusan nikah pun juga di urusi oleh negara. Nah tapi selama Indonesia tidak menerapkan hukum syari’ah dan daulah khilafah jangan ngimpi dah jomblo jadi urusan pemerintah. Pilihannya apakah kita akan ikut berjuang mendukung adanya hukum syari’ah dan daulah khilafah untuk Indonesia Madani? Yang artinya juga mendukung untuk pemerintah campur tangan dalam urusan ke-Jomblo-an.

#SaveJomblo

[1] Undang-Undang Pernikahan pada Khilafah Utsmani yang diterjemahkan dari bahasa arab oleh Kontributor dakwatuna – Ja’far Samin

Salam jomblo bahagia !

Salam Inspirasi 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s