image

Selalu muncul sebuah inspirasi selama proses ‘jalan-jalan’ salah satunya adalah KAIZEN. Dari namanya mungkin sudah tidak asing lagi konsep Kaizen ini ditelinga kita. Izinkan saya menulis tentang konsep kaizen ini. Sebuah konsep yang berasal dari jepang. Walaupun saya gak suka prilaku orang-orang jepang yang duniawi banget hehe. Tapi saya suka konsep berpikir, berinovasi, dan etos kerja orang jepang.

Betapa luar biasanya konsep ini yang membuat sebuah negara yang Sumber Daya Alamnya jauh lebih rendah daripada negara kita, dan wilayahnya jauh lebih kecil daripada negara kita tetapi bisa membuat negara tersebut menjadi negara superpower dengan kemodern-annya.

Kaizen, pnyebab Jepang jadi negara maju.
Kemajuan negara Jepang yang begitu pesat menjadi inspirasi bangsa-bangsa lain. Mereka sempat hancur lebur setelah kalah perang, sering diguncang bencana gempa dan tsunami, namun tetap kokoh. Apa filosofi dan motivasi mereka ?

Kaizen, itulah salah satu prinsip yang dipraktekkan bangsa Jepang dan terbukti membawa dampak yang sangat positif bagi kemajuan bangsa Matahari Terbit ini. Setelah Perang Dunia II, kaizen difokuskan untuk peningkatan mutu produktifitas dan manajemen perusahaan-perusahaan Jepang. Ini dapat kita lihat dari mutu produk-produk yang dihasilkan Jepang dan sistem manajemen perusahaan Jepang yang terkenal sangat efisien dan efektif. Kini sudah banyak buah manis yang dipetik bangsa Jepang berkat mempraktekan kaizen.

Istilah “Kaizen” dalam bahasa Jepang bermakna “perbaikan berkesinambungan” (suatu proses penyempurnaan terus menerus yang tiada henti.) Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Pada penerapannya dalam perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pekerjanya, dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah.

Kaizen menekankan pada sebuh proses perbaiakan yang terus menerus secara kontinue. Proses tersebut berlangsung setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun. Dan proses itu tidak ada ujungnya (bersiklus).

Salah satu langkah awal penerapan kaizen adalah menjalankan siklus Planning-Organizing-Actuating-Controlling-Evaluating (POACE) untuk menjamin terlaksananya kesinambungan kaizen. Siklus ini berputar secara terus menerus.

Jika mengingat konsep kaizen sendiri sebenarnya Allah sudah memerintahkan kita untuk selalu berproses kearah yang lebih baik untuk terciptanya sebuah masyarakat yang lebih baik lagi.
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah apa yang ada pada sesuatu kaum itu sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri …” (Ar-Ra’du : 11)

Jadi sebenarnya untuk meraih mutu kehidupan yang kita inginkan, harus terus-menerus memperbaiki diri sendiri. Jangan pernah berhenti pada satu titik saat seluruh dunia berubah. Jika kita berhenti memperbaiki diri pada satu tahapan, kita akan tertinggal oleh kemajuan. Ingat, roda jaman selalu berubah. Maka, terbukalah untuk sebuah perubahan ke arah lebih baik.

*ditulis ketika sendiri, hidung mampet, dan cuaca mendung (27 Februari 2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s