149801_431862193544119_2146993717_n

Niatnya hanya main-main ke Google+ karena udah “berdebu” gak pernah di urus. Sampai pada akhirnya gue menemukan postingan yang udah usang, postingan jadul karena gak pernah di baca. Tetapi setelah di baca kembali Gilaaaaaa…. keras banget isinya. Sebagai tadzkiroh atau pengingat khususnya buat diri gue pribadi gak ada salahnya gue re-post via WordPress ini. Semoga Bermanfaat.

Inilah pertanyaan yang sering gue ajukan ke diri pribadi dan jawaban yang gue berikan atas pertanyaan tersebut. Memang agak pusing sih lu yang nanya lu juga yang jawab hehe. Intinya ini semacam obrolan yang terjadi di dalam pikiran gue

Pertanyaan gue ke diri gue pribadi ketika itu “Dra, lu tau gak kenapa lu menyukai wanita berjilbab?”. Jawabannya amat sederhana, “karena MATA  gue sulit diajak kompromi boy”.

Bisa dibayangkan bagaimana gue harus mengontrol mata gue ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan apakah lu tau, di tempat-tempat  yang gue lalui seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata gue terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat gue tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.

Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas (maaf jika selanjut-selanjutnya bahasanya agak keras) “Tank Top”, noleh ke kiri pemandangan “Pinggul terbuka”, menghindar kekanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”, balik ke belakang dihadang oleh “Dada menantang !”. Astaghfirullah.

Kemana lagi mata ini harus memandang?
Kalau gue berbicara nafsu, tentu gue suka. Bohong kalau manusia tidak suka sama yang namanya nafsu (apalagi laki-laki). Tapi sayang, gue tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Gue juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat gue tenang. Gue ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “kotor” dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian “seksi”, gue yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya. Istilah seksi kalau boleh gue definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya lu malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi lu, membayangkan lu adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap lu lebih seksi, lebih, dan lebih lagi.

Dan lu tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki?. Yaitu, lu bisa diajak untuk begini dan begitu alias GAMPANGAN. Tau kan GAMPANGAN. Entah kenapa gue suka nyebut kata-kata itu hehe. Mau gak mau, sengaja ataupun tidak, lu sudah membuat diri lu tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan lu sendiri yang lu sajikan pada mata lelaki.
Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri lu, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan ? Gue yakin lu menjawabnya “LELAKI” bukan ?

Betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini. Kalau boleh gue ibaratkan, “Tak ada pembeli kalau gak ada yang jual”. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang menawarkan. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan para wanita yang menawarkan penampilan seksi pada khalayak ramai.

Begitulah seharian kemarin gue harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. mau itu dirumah, pas berkendaraan, di kampus, di tempat-tempat umum, bahkan di masjid sekalipun.

Gue ingin protes, tapi mau protes kemana? Apakah gue harus menikmatinya? Tapi gue sungguh takut dengan Dzat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti gue mempertanggungjawabkannya? Sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup gue.

Gue hanya selalu ingat firman Allah Ta’ala :
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya….” (QS. An-Nuur : 30-31)

Begitulah kiranya yang ada di pikiran gue. Sejak gue gabung dengan rohis di kampus, mata gue jadi agak-agak “sipit” melihat yang bukan muhrim karena hampir semua wanita disana berhijab, dan sangat menjaga kehormatan. Bukan lagi masalah mata yang harus gue jaga, tetapi orang tua, keluarga, dan teman-teman gue yang harus gue jaga. Gue takut ketika nanti di akherat kelak gue ditanya sama Allah. “emangnya lu gak ngingetin orang tua/keluarga/kawan lu supaya matanya gak liar kaya gitu?” atau pertanyaan “Emangnya lu gak ngingetin orang tua/keluarga/kawan lu supaya berjilbab?”. Semoga gue bisa ngingetin orang-orang yang gue sayangi, dimulai dari artikel ini. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s