Mungkin inilah yang dirasakan teman-teman seangkatan di satu organisasi yang sama dengan saya. Rasanya sulit dan berat. Bahkan jika diperhatikan kita (para ikhwan) tidak mengungkit masalah terkait amanah di grup ataupun di forum-forum tertentu. Bukan karena kita takut, tetapi lebih kepada beratnya tanggung jawab yang akan dipikul. Dulu sempat menulis tulisan ini. setidaknya inilah pengingat dan penguat untuk jiwa-jiwa mujahid teman-teman semua. #14Emas

Indra Fitriyana

image

Senja ketika itu langit senja menguning. Ia akan berganti dengan gelapnya malam. Lalu Allah mempergulirkannya lagi dengan sejuknya pagi, teriknya mentari di siang hari, sebelum akhirnya bertemu dengan senja lagi. Di senja hari itu, entah kenapa sedikit terpikirkan tentang masa senja sebuah kepemimpinan.

Sudah hakikatnya, yang namanya amanah itu dipergilirkan. Bener? Sudah pasti. Setiap masa itu ada rijal-rijalnya. Setiap periode ada orang-orang yang akan mengemban amanah baginya.

Teringat sebuah kalimat indah dalam sejarah kisah para pengawal gerakan dakwah Islam.

“Masalah kepemimpinan ini hanya akan hancur di tangan dua jenis orang.
1. Orang yang berambisi untuk menjadi pemimpin, padahal ia tahu dan paham bahwa ia tidak memiliki kemampuan untuk memimpin.
2. Orang yang mati-matian menolak untuk menjadi pemimpin padahal dia tahu dan paham bahwa dia memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin.”
*Diucapkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq, ketika memberikan nasihat kepada Umar bin Khattab yang ketika itu menolak amanah sebagai penerus Abu Bakar.

Jika…

View original post 369 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s